Pelihara Hewan Bisa Meningkatkan Kecerdasan Anak

Mempunyai hewan piaraan sangat mengasyikkan apalagi hewan bisa juga dijadikan teman, tapi merawat hewan peliharaan bukan pekerjaan mudah, dan juga terkadang tidak murah, tetapi ternyata punya hewan piaraan memiliki manfaat bagi kesehatan dan kecerdasan anak-anak.
Menurut Brockenbrough, seorang guru, juga pendiri “Society for the Promotion of Good Grammar and National Grammar Day,” sebanyak 97 persen anak-anak sangat ingin memiliki hewan peliharaan.

Merawat hewan ternyata bisa meningkatkan empati, kemampuan fisik dan motorik, kemampuan membaca, mengurangi kecemasan, kesehatan emosional lebih baik, meningkatkan IQ, juga mengurangi hari bolos dari sekolah.

Dalam buku “Animals in Our Lives”, diungkapkan bahwa ada bukti-bukti yang mengindikasikan, interaksi dengan binatang memiliki implikasi penting terhadap perkembangan anak, terutama di area-area pertumbuhan sosial dan komunikasi.

Penelitian yang dilakukan oleh Robert Elias Bierer dari University of New Mexico pada tahun 2000 menemukan, anak-anak berusia 10 tahun yang di rumahnya memelihara anjing memiliki skor empati dan kepercayaan diri lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tidak memiliki anjing di rumahnya.

Semakin erat hubungan anak dengan hewan peliharaannya, makin tinggi empati yang terjalin, begitu hasil kesimpulan penelitian lain yang dilakukan di tahun 90-an.

Sementara dalalm penelitian di tahun 2007 terhadap beberapa anak prasekolah menemukan, anak-anak yang memiliki hewan peliharaan memiliki ketangkasan lebih baik, termasuk merangkak dalam terowongan, melintasi tiang keseimbangan, melempar bola, serta bergelayut di tiang saat ditemani hewan peliharaannya.

Dari hasil penelitian itu didapati, anak-anak akan bergerak lebih cepat dan lebih sering akurat saat ada anjing yang mengawasi. Periset berasumsi, hal ini karena anjing bisa memotivasi anak-anak prasekolah itu untuk melakukan tugas lebih baik.

Teman

Memelihara hewan seakan memiliki teman yang bisa diandalkan, tidak menghakimi, dan selalu ada untuknya. Hal ini sangat bermanfaat bagi anak-anak, terutama bagi anak-anak yang memiliki masalah emosional atau fisik,” kata Matia Finn-Stevenson, Direktur Edward Zigler Center di Child Development and Social Policy, di universitas Yale.

Jika Anda ingin kemampuan membaca anak membaik, seekor anjing bisa jadi temannya. Peneliti dari University of California, menemukan, di tahun 2010, anak-anak yang membacakan buku kepada anjing selama 10 minggu mengalami peningkatan kemampuan membaca hingga 12 persen. Sementara anak-anak yang tidak membacakan buku kepada anjingnya tidak mengalami peningkatan apa pun.

Teorinya, anjing tidak menghakimi. Melakukan kesalahan saat membaca buku memang memalukan, tetapi anjing tidak akan mengkoreksi, mengernyit, atau melakukan apa pun yang bisa membuat si anak malu.

Studi dari berbagai negara menunjukkan, anjing bisa meningkatkan fokus anak, mengurangi agresivitas dan hiperaktivitas, serta meningkatkan kebersamaan. Studi di tahun 1983 mengungkap, memelihara hewan peliharaan juga bisa menurunkan tekanan darah anak-anak dan detak jantung yang tinggi, dua hal yang bisa menciptakan situasi lebih kondusif untuk belajar.

Lebih dari itu, studi yang dilangsungkan pada bulan Juli 2011 ditemukan, sarjana yang memiliki hewan peliharaan menerima penolakan lebih baik ketimbang yang tidak.

Hewan peliharaan juga sangat membantu dalam situasi-situasi ekstrem. Tingkat stres dan kekhawatiran anak-anak sekolah dasar di Kroasia yang memiliki hewan peliharaan selama masa perang lebih baik dalam respons stres pascatrauma, lebih baik dalam mengekspresikan emosi, mencari dukungan kepada orang lain, dan lebih mau menggunakan teknik pemecahan masalah.

Sementara penelitian terhadap 265 anak usia sekolah dasar di Inggris dan Skotlandia menemukan, anak-anak yang memiliki hewan peliharaan lebih sehat dan jarang sakit, dan tingkat kehadiran di sekolah lebih tinggi dibanding anak-anak yang tak memiliki hewan peliharaan. Tentu hal ini juga bisa menguntungkan bagi IQ anak.

Begitupun, hal lain juga perlu diperhitungkan termasuk jangan sampai salah kaprah, yang justru membahayakan diri si anak.

Si anak yang masih terlalu kecil, memperlakukan hewan piaraan dengan kasar misalnya menarik ekornya. Hal seperti itu bisa membuat hewan marah dan menyerang balik si anak.

Dalam kategori: Informasi Seputar Anak

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.