Cara Memilih Susu Yang Baik

ketika melihat rak susu untuk anak di supermarket atau swalayan, anda menemukan banyak sekali merk dagang susu. apa yang anda perhatikan atau pertimbangkan sebelum akhirnya memilih dari salah satu dari sekian banyak merk susu formula untuk anak?
harganya yang mahal? kandungan pada susunya? iklannya di tv yang menarik? atau pertimbangan yang lainnya lagi ..

ASI adalah makanan paling sempurna dan terbaik untuk bayi. Namun, adakalanya seorang ibu tidak bisa memberikan ASI kepada bayinya disebabkan oleh beberapa hal, misalnya sang ibu menderita penyakit menular seperti hepatitis B, HIV/AIDS,TB atau selainnya yang dapat menyebabkan sang buah hati tertular, atau ibu yang sedang menjalani pengobatan sinar radiasi, mengonsumsi obat anti kanker atau menjalani kemoterapi, atau bisa juga air susu yang sudah tidak diproduksi lagi, maka dalam kondisi seperti ini memilih susu formula buat sang bayi adalah suatu keharusan.

Untuk itu, sangat penting bagi kita mengetahui seluk beluk susu formula, agar asupan gizi dan nutrisi kepada buah hati tetap bisa terakomodir dengan baik, dan efek samping dari susu formula dapat diminimalisir. Namun ingat, apabila sang ibu masih bisa memberikan ASI kepada bayinya, maka hendaknya dia mengutamakan untuk memberikan ASI secara maksimal, karena tidak ada satupun susu formula yang mampu menandingi kebaikan ASI.

Mengenal Jenis Susu Formula

Kita perlu mengetahui jenis-jenis susu formula sehingga kita bisa memutuskan dan menerapkan, susu formula manakah yang kira-kira paling cocok dan terbaik bagi sang buah hati. Berikut ini adalah beberapa jenis umum susu formula (berikutnya disingkat SF) :

1. SF berbahan dasar susu sapi. Hampir semua susu formula berbahan dasar susu sapi yang telah disempurnakan komposisinya sehingga mendekati ASI. Susu sapi yang telah diformulasikan ini diperkaya dengan tambahan zat gizi yang seimbang sehingga mudah dicerna oleh bayi. Secara umum, sebagian besar bayi cocok dengan susu sapi ini, namun ada beberapa yang alergi dengan SF jenis ini, sehingga memerlukan SF jenis lain. Alergi SF ini biasanya disebabkan karena protein hewani pada sapi, sehingga menyebabkan sang buah hati terkena alergi pencernaan, sampai pernafasan. Jika begini keadaannya, maka harus menghentikan pemberian SF jenis ini dan menggantinya dengan jenis lain.

2. SF Khusus (Special for Medically Purposes). SF jenis ini dikhususkan dan disesuaikan dengan problem kesehatan yang diderita sang anak, misalnya prematuritas (bayi yang lahir prematur), intoleransi laktosa, gangguan malabsorbsi, alergi, gangguan ginjal maupun penyakit metabolic lainnya.

3. SF berbahan dasar kedelai. SF berbahan dasar kedelai ini, kaya akan protein nabati dan telah diformulasikan sehingga kandungannya memadai sebagai sumber nutrisi dan gizi sang anak. SF berbahan dasar kedelai ini sangat baik dan menjadi salah satu alternative asupan nutrisi bagi anak yang menderita intoleransi terhadap laktosa atau alergi terhadap protein hewani.

4. SF rendah laktosa. SF ini memiliki kandungan laktosa yang telah direduksi (low lactose) atau ditiadakan (free lactose). Sebagai penggantinya, biasanya digunakan gula jagung. SF ini sangat cocok bagi bayi yang mengalami intoleransi laktosa atau alergi terhadap protein sapi.

Tepat memilih Susu Formula

Setelah kita mengetahui beberapa jenis SF di atas, maka saatnya kita memilih SF yang paling cocok dan sesuai dengan bayi kita. Ada beberapa hal di dalam penentuan SF kepada bayi, yaitu :

1. Sang buah hati menyukainya. Apabila bayi Anda tampak lahap dan mampu menghabiskannya, ini adalah indikasi bayi Anda menyukai SF tersebut. Namun, apabila sang bayi tampak menolak setelah diberikan SF, atau memuntahkannya (lepeh : jawa), maka janganlah dipaksa. Berikan perlahan-lahan sembari diselingi air putih. Jika ia tidak mau setelah Anda ulang beberapa kali, maka ada baiknya Anda mengganti SF tersebut.

2. Tidak berefek samping. Ini sangat penting sekali. Apabila Anda mendapati bayi Anda setelah meminum SF mengalami diare, perut kembung, kolik, alergi, batuk, sesak nafas, terdapat darah dalam feses, dls., maka Anda harus segera menghentikan pemberian SF dan menggantinya dengan SF rendah laktosa atau SF berbahan dasar kedelai.

3. Berat badan naik sesuai pertumbuhan kurva pertumbuhan. Ini adalah poin penting yang harus Anda perhatikan. Apabila bayi Anda mengonsumsi SF dengan lancar, namun perkembangan dan pertumbuhan berat badannya tidak sesuai dengan pertumbuhan kurva pertumbuhan, maka ada baiknya Anda mengevaluasi kembali pemberian SF tersebut. Bila bingung, Anda dapat meminta saran dan nasehat dokter anak untuk memilih SF yang tepat.

Telitilah sebelum membeli

Sebelum membeli susu formula, telitilah dan perhatikanlah hal-hal di bawah ini :

1. Kemasan (dus atau kaleng) harus utuh, tidak ada penyok, robek, terbuka, basah, lembab atau lain sebagainya. Seringkali kemasan kaleng lebih baik dan disarankan daripada kemasan karton.

2. Tempat display penjualan harus diletakkan di rak khusus di rak penjualan susu, dalam susu ruang dan tidak terpapar langsung dengan matahari.

3. Jenis dan tipe, jangan sampai keliru membelikan bayi Anda yang masih berusia di bawah 6 bulan dengan SF untuk anak usia 1 tahun ke atas. Demikian juga jangan sampai salah memberikan SF yang tinggi laktosa kepada bayi yang sudah jelas-jelas mengalami alergi atau intoleransi laktosa.

4. Label komposisi gizi, harus mengandung zat-zat gizi ya wajib meliputi makro (protein, karbohidrat, lemak) dan mikro (vitamin dan mineral) yang memadai. Boleh juga memilih SF yang mengandung zat gizi tambahan seperti DHA, AA, nukleotida, dls, tapi hendaknya produk tersebut sudah mendapatkan sertifikat dan mengikuti aturan Codex Alimentarius Comission.

5. Tanggal kadaluarsa harus benar-benar Anda perhatikan, jangan sampai Anda memberikan kepada bayi Anda SF yang telah kadaluarsa.

6. Cara pemakaian, seperti takaran pemberian, cara pelarutan dan intensitas pemberian.

Anak adalah asset bagi kita di masa depan, lebih daripada itu, anak adalah amanat dari Alloh bagi kita, sehingga kita harus berupaya untuk menjaga, memelihara dan mendidiknya dengan sebaik mungkin. Semoga bisa bermanfaat

 

Sumber: blogdetik.com

Dalam kategori: Informasi KesehatanTips AnakTumbuh Kembang Anak

RSSComments (0)

Trackback URL

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.